4 tahun pertama sungguh mempesona

Alhamdulillah…hari ini dan hari2 sbelumnya, aku bersyukur atas beberapa hal :
1. Suami yang bener2 melengkapi hidupku.
2. Putraku yang sholih dan lucu
3. Orang tua, mertua dan keluarga besar yg selalu mendoakanku
4. Rizki yang melimpah dan ketentraman hati.
5. Berada di lingkugan tarbiyah
6. Menjadi komunitas al uswah
7. Tim kelas 3 yang kompak dan sudah seperti saudara.
8. buuaaanyaaak…lagi nikmat yg gak mungkin disebut 1 per 1

alhamdulillah, bertepatan dg miladku yang ke 27, hari ini juga tepat 4 tahun pernikahan kami. Tentunya buaanyak hal yang terjadi. Pasang surut layaknya keluarga lain juga kami alami. Apa-apa yang kami alami selama ini tidaklah sebanyak apa yang dialami orang tua kami. beraneka ujian buat kami masih seper sejuta kali ya dari ujian orang tua kami.

Namun, kami tak pernah berhenti bersyukur. 4 tahun pertama bener2 ,membuat kami lebiih dewasa dalam memandang kehidupan.

Masih teringat jelas di bayanganku, suami salah mengucap nama saat akad nikah. Hmmm menggelikan. Kemudian berlanjut ke hari2 pertama kami. Tak terbayang malunya saat berjalan bergandengan di depan umum. lebih2 berboncengan. Maklum saja, kami belum pernah melakukan itu. Kalaupun pernah, mungkin saat2 jahiliyah dulu, belum tertarbiyah. Alhamdulillah.

Lahirnya Azzam semakin melengkapi kehidupan kami. Anak laki2 yang lucu, dan jarang rewel. Azzam begitu tenang di awal2 kelahirannya. Aku berfikir, apa karena sering baca Qur’an ya dulu pas hamil ? Subhanallah, memang benar2 Qur’an itu bisa membuat tenang yang membaca dan yang mendenagarnya.

Sampai detik ini, kami masih dalam proses pengenalan pasangan. Hmm..jangan salah..Kadang setiap hari adaa..aja sifat pasangan yang baru kita ketahui. Seru sekali. Inilah yang membedakan dengan berpacaran sebelum nikah. pacaran bertahun2 mengenal pacar, namun ketika sdh nikah bosen karena sudh tahu belangnya.

Kejenuhan, kelelahan…mungkin ada ya mewarnai kehidupanku. Namun alhamdulillah, Allah selalu memberikan hidayahnya melalui banyak hal. Seringkalinya melalui taujihat pekanan, taujihat asatidzat al uswah, bahkan lewat suami sendiri.

Keluarga da’awiy yang kami harapkan masih jauh dari panggang. Kami msh lebih banyak disibukkan dengan urusan pribadi ketimbang dakwah. Tapi saya optimis, selama keberlangsungan kami di jalan tarbiyah ini, pintu2 dakwah akan senantiasa terbuka. Mudah2an Allah memudahkan niat ini.amin.

Kebaikan…kebaikan…kebaikan…itulah yang saya berusaha tanamkan ke murid2 tercinta. Dan itu pula yang berusaha saya terapkan di keluarga. namun kadang-kadang sifat malas dan rasa lelah yang menjadi bariernya. MasyaAllah, bener2 kita berperang dengan syaiton…

Subhanallah…..rasa syukur ini tak pernah berhenti. Allah tidak memberikan yang aku inginkan, tapi memberikan yang aku butuhkan.

Mudah2an di sisa usiaku ini, semakin banyak kebaikan yang kulakukan..
Mudah2aan banyak kebaikan2 bagi keluargaku, dan keluarga kaum muslimin lainnya.
Mudah2an keluarga kami dipertemukan kembali di jannahNy kelak.
Amin…Amin..amin…

(sedang menanti putra kedua…doakan ya..)

One thought on “4 tahun pertama sungguh mempesona

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s